1920. Kami Tidak Sekadar Mendaki, Kami Meninggikan Negeri.

BANTEN, TNI POLRI90 Dilihat

www.jejak86.com / Ada yang dibawa di pundak ketika kaki-kaki itu menapaki jalur terjal Gunung Karang, Banten. Bukan sekadar perlengkapan pendakian, melainkan sehelai Merah Putih yang sarat makna, simbol cinta yang tak pernah usang kepada Indonesia. Bagi Alumni Gontor Angkatan 2003, mendaki gunung bukanlah tentang menaklukkan ketinggian, tetapi tentang memuliakan apa yang seharusnya selalu ditinggikan: negeri ini dan segala cita-citanya.

Di puncak Gunung Karang, Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan penuh khidmat. Berkibar bersama doa-doa yang dipanjatkan dari ketinggian, mengingatkan bahwa Indonesia tidak dibangun hanya oleh mereka yang pandai berbicara tentang cinta tanah air, tetapi juga oleh mereka yang memilih untuk menghadirkannya dalam karya, pengabdian, dan keteladanan.

Pengibaran bendera ini menjadi simbol bahwa kecintaan kepada bangsa harus terus didaki—melewati lelah, mengalahkan ego, dan menjulang di atas kepentingan pribadi. Sebab, negeri yang besar hanya akan lahir dari anak-anak bangsa yang tak pernah lelah meninggikan martabatnya.

Alumni Gontor 2003 percaya, Merah Putih tidak hanya layak berkibar di tiang-tiang upacara, tetapi juga di dalam hati setiap anak negeri. Dari puncak Gunung Karang, mereka menyampaikan satu pesan sederhana namun mendalam:

“Kami tidak sekadar mendaki. Kami sedang meninggikan negeri.”

Karena Indonesia akan selalu layak untuk dicintai, diperjuangkan, dan ditinggikan—setinggi doa yang dipanjatkan dari puncak-puncak pengabdian.

 

Editor:Geger