www.jejak86.com / Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membuka Lomba Polisi Cilik (Pocil) Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pada Senin (21/09).
Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polda Banten dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab serta budaya tertib berlalu lintas kepada generasi muda sejak usia dini.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, Polisi Cilik bukan sekadar kegiatan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter dan keselamatan berlalu lintas bagi anak-anak.
“Melalui Polisi Cilik, anak-anak kita belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, percaya diri dan kepedulian terhadap keselamatan. Nilai-nilai inilah yang kita harapkan tumbuh menjadi karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hengki.
Menurut Kapolda, pembentukan budaya tertib berlalu lintas perlu dilakukan sejak dini melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan dan melibatkan anak-anak secara langsung.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan.
“Menang kalah bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah keberanian untuk tampil, kekompakan dalam satu tim, kedisiplinan mengikuti aturan serta kemampuan menghargai peserta lain. Menang adalah prestasi, tetapi berani tampil dan memberikan yang terbaik juga merupakan sebuah kebanggaan,” kata Kapolda.
Hengki berharap Polisi Cilik Polda Banten dapat terus berkembang dan mampu menunjukkan prestasi hingga ke tingkat nasional. Untuk itu, ia meminta jajaran Ditlantas Polda Banten melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
“Saya berharap Polisi Cilik dari Banten bisa tampil sampai tingkat nasional. Siapkan yang terbaik, terus lakukan pembinaan, karena anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus dan diharapkan memiliki budaya tertib serta kesadaran keselamatan berlalu lintas,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak para Polisi Cilik menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Ia mengingatkan pentingnya menggunakan helm saat berkendara atau dibonceng sepeda motor, memakai sabuk keselamatan ketika berada di dalam mobil, serta menyeberang jalan di tempat yang aman dan sesuai aturan.
“Kalau dibonceng sepeda motor, pakai helm. Kalau naik mobil, gunakan sabuk keselamatan. Saat menyeberang jalan, lihat kanan dan kiri serta gunakan tempat penyeberangan yang semestinya. Kebiasaan sederhana seperti ini akan membentuk budaya keselamatan,” ungkap Hengki.
Kapolda juga mendorong para peserta untuk berani mengingatkan orang tua apabila menemukan perilaku yang tidak tertib dalam berlalu lintas.
Menurutnya, pesan tersebut dapat disampaikan dengan cara yang sopan sehingga anak-anak tidak hanya menjadi peserta lomba, tetapi juga menjadi agen edukasi keselamatan di lingkungan keluarga.
“Jangan takut untuk mengingatkan orang tua, tetapi sampaikan dengan baik dan sopan. Misalnya, ‘Bapak, Ibu, kalau naik motor harus pakai helm, dengan begitu, anak-anak kita ikut mengingatkan keluarga untuk taat aturan dan menjaga keselamatan,” jelasnya.
Selain melalui Polisi Cilik, Kapolda meminta jajaran Polda Banten terus memperkuat edukasi lalu lintas kepada generasi muda melalui berbagai program, termasuk Polisi Sahabat Anak dan kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah.
“Kita harus terus hadir memberikan edukasi dan membangun kedekatan dengan generasi muda. Jadikan kegiatan seperti Polisi Cilik sebagai ruang pembinaan yang menyenangkan sekaligus mendidik, sehingga pesan keselamatan berlalu lintas tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa,” kata Hengki.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, para pembina, pelatih, guru dan orang tua yang telah mendampingi serta mempersiapkan para peserta.
Kepada seluruh Polisi Cilik yang mengikuti perlombaan, Kapolda berpesan agar tampil percaya diri, menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Jangan tegang, tetap percaya diri, jaga kekompakan dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Jadilah Polisi Cilik yang membanggakan serta pelopor keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda sejak dini (Bidhumas).
Editor:Geger




