Sumsel.www.jejak86.com /sanga Desa,– Aktivitas lalu lalang mobil angkutan buah Tandan Buah Segar `TBS` milik PT SAP yang berdomisili di Desa Pauh Kab.Muratara melintasi jalan penghubung Desa Ulak Embacang dengan Desa Terusan dan jalan Keban Menuju Pinago menuai protes dari warga setempat.
Pasalnya, kendaraan dengan tonase berat tersebut kompoi melintas jalan Desa yang kapasitas jalan kelas 3 dengan maksimal muatan 8 ton dinilai merusak infrastruktur jalan serta mengganggu kenyamanan warga sebagai pengguna jalan.
Menurut warga, kondisi jalan desa penghubung Muratara dan Muba mayoritas jalan tanah,ruasnya sempit dan kerikil kalau dilintasi mobil muatan berat akan cepat rusak dan berdebu apalagi dilintasi truk-truk pengangkut TBS dengan muatan penuh.

“Jalan desa kami jadi cepat rusak. Sempit dan berdebu,Debunya masuk ke rumah. Anak sekolah juga bahaya kalau pas jam berangkat saat berlintasn. Kami minta PT SAP ada solusi,” kata salah satu warga Sanga Desa sebagai pengguna jalan, Jumat 07 Agustus 2026.
Warga mendesak pihak perusahaan dan pemerintah Kecamatan untuk segera duduk bersama mencari solusi. Beberapa opsi antara lain: Pembatasan Jumlah armada angkutan, penyiraman jalan agar tidak berdebu,pembuatan jam operasional khusus, perbaikan jalan yang rusak akibat angkutan, dan pembangunan jalan khusus perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada dari PT SAP untuk merealisasikan keluhan warga terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas angkutan tersebut
Selain itu warga mengkhawatirkan kerusakan jembatan muara Rawas,karena jembatan tersebut satu2 nya jembatan yang di gunakan masyarakat untuk mencari nafkah menuju ke seberang Kemang,kalau jembatan itu rusak ribuan masyarakat tidak bisa bekerja karena kalau melintas penyeberangan keban selain biaya penyebrangan yang mahal juga.makan jarak tempuh lebih jauh
“Kami tidak menolak perusahaan. Tapi tolong perhatikan hak warga juga. Jalan ini dibangun dari dana pajak rakyat untuk kepentingan masyarakat,” tambah warga lainnya.
( Kaperwil.. Sumsel.. ZILI. S.H )
Editor:Geger












