Aldi Renaldi, Ketua BPPKB Banten DPAC WANSALAM: Aliansi Selalu Mengajak Sabar, Tapi Jangan Uji Kesabaran Rakyat — Segera Tegakkan Hukum di Sungai Cilangkahan

BANTEN65 Dilihat

www.jejak86.com / LEBAK, BANTEN — Lambatnya penanganan pencemaran Sungai Cilangkahan yang merusak sumber kehidupan warga Desa Cilangkahan, Pagelaran, dan sekitarnya terus menjadi sorotan tajam. Aldi Renaldi, Ketua BPPKB Banten DPAC WANASALAM menyampaikan keprihatinan sekaligus peringatan keras kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak agar tidak menganggap remeh tekanan yang dirasakan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa upaya menjaga ketertiban dan mengarahkan masyarakat agar tetap menempuh jalur hukum sejauh ini dilakukan secara terus-menerus oleh Aliansi Peduli Lingkungan — yang diketahui diketuai/dikoordinatori oleh sahabatnya sendiri.

“Kordinator Aliansi Peduli Lingkungan itu adalah teman saya. Saya tahu betul bagaimana ia bekerja, bagaimana ia berjuang dari hati. Berkali-kali ia mengumpulkan warga, menenangkan mereka, mengajak untuk tidak terburu-buru, dan selalu mengarahkan agar tetap taat hukum. Sudah berulang kali ia memohon kepada pihak terkait segera bertindak tegas, agar ada kejelasan dan warga tidak merasa dipermainkan.”

Namun, kesabaran yang dijaga dengan susah payah itu kini mulai menipis. Upaya terus-menerus mengajak warga bersabar seakan tak dihargai oleh kelambanan penanganan di lapangan.

Suasana di tengah masyarakat kini semakin memanas. Salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya tak bisa lagi menahan amarahnya:

“Masa kami harus membakar pabrik-pabrik tersebut? Kami sudah menjalankan prosedur, kami sudah lapor, kami sudah menunggu — tapi seakan-akan semua itu hanya dijadikan bahan mainan.”

Warga lain ikut bersuara:

“Kalau bukan karena kami diajarkan untuk tetap taat hukum, mungkin sejak lama tempat itu sudah kami robohkan.”

Mendengar pernyataan-pernyataan itu, Aldi Renaldi menegaskan bahwa ini bukan sekadar luapan emosi semata, melainkan peringatan nyata bahwa kepercayaan masyarakat sedang diuji hingga ke batas terakhir.

“Aliansi sudah berusaha sekuat tenaga. Sudah berulang kali meminta, mendesak, mengingatkan — bukan untuk mencari masalah, melainkan mencegah masalah yang lebih besar terjadi. Kami khawatir, jika hari ini tidak ada tindakan nyata, maka besok atau lusa, kesabaran itu habis sama sekali.”

Ia memperingatkan agar pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak tidak menutup mata terhadap kenyataan ini.

“Jangan biarkan masyarakat menderita terus-menerus. Jangan biarkan kepercayaan kepada lembaga negara hilang begitu saja. Segera ambil langkah tegas sesuai undang-undang. Jangan sampai masyarakat merasa tidak punya tempat untuk menuntut keadilan, karena saat itulah mereka akan mencari jalannya sendiri — dan itu yang paling kami takutkan.”

“Kami masih menahan diri. Tapi ingat, tidak ada sabar yang abadi. Jika hukum tidak ditegakkan sekarang, jangan salahkan siapa pun jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu bukan kehendak rakyat — itu akibat dari kelalaian yang dibiarkan terlalu lama.”

BPPKB BANTEN DPAC WANASALAM bersama Aliansi Peduli Lingkungan mendesak segera dilakukan:
✅ Pemeriksaan langsung ke lokasi bersama perwakilan warga & Aliansi
✅ Verifikasi menyeluruh terhadap semua sumber pencemaran
✅ Sanksi tegas dan transparan bagi pelanggar
✅ Laporan terbuka kepada masyarakat atas hasil penanganan

Keadilan tidak boleh tertunda. Sungai Cilangkahan bukan milik segelintir pengusaha — ia adalah nyawa bagi banyak orang.

Penulis:Rifai