‎Anggaran Rp 9,7 M, Proyek penggantian Jembatan Sasak Rembaga Dipertanyakan 

BANTEN, TNI POLRI46 Dilihat

www.jejak86.com / Tangerang – Proyek penggantian Jembatan Sasak rembaga yang berada di kecamatan Ciledug kota Tangerang dengan nilai kontrak Rp 9,7 miliar yang dikerjakan CV Mahakarya agung pada tahun 2024 dipertanyakan. Pasalnya,,  pekerjaan yang memiliki dua lajur jembatan yang dikerjakan pihak penyedia diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya. Hal ini dikatakan Rahmat SH Ketua DPC Gerakan Reformasi Masyarakat (Geram) Banten Indonesia dalam keterangannya kepada media Rabu 2 September 2026.

‎Rahmat mengatakan pekerjaan penggantian Jembatan Sasak meski pekerjaan tersebut sudah selesai dilaksanakan dan sudah dilakukan serah terima pekerjaan (FHO) dari hasil penulusuran tim lembaga ke lokasi pekerjaan sangat tidak sebanding dengan anggaran yang ada.

Sebagai praktisi hukum, saya menyoroti proyek *Penggantian Jembatan Sasak Rembaga Kota Tangerang TA 2024*. Terdapat selisih anggaran hampir *Rp1 miliar* antara kalkulasi dasar SSH dengan nilai HPS/Pagu instansi. Selisih signifikan ini wajib diuji secara transparan agar tidak menjadi celah penggelembungan anggaran yang merugikan keuangan negara.

Hasil uji petik di lapangan menunjukkan kondisi fisik jembatan sudah bnyak rusak . Aspal mengelupas dan marka jalan pudar bahkan jembatan kusam , padahal proyek ini masih dalam masa pemeliharaan 365 hari di bawah tanggung jawab .PT Mahatama Karya Tidak adanya tindakan perbaikan mengindikasikan pengabaian kewajiban kontraktual dan berpotensi hilangnya Jaminan Pemeliharaan 5%.

Sebagai Pengguna Anggaran, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten* dan *PPK Bidang Bina Marga* memikul tanggung jawab hukum mutlak atas pembiaran dan kegagalan mutu ini. Untuk itu saya mendesak *Inspektorat, BPK, dan Kejati Banten* segera mengusut tuntas dugaan kongkalikong dalam proyek ini. Uang rakyat Banten tidak boleh dihambur-hamburkan.

‎Kendati demikian, Rahmat mencurigai anggaran untuk pengecatan marka dengan panjang 284 meter yang mana dari data yang dihimpun itu di anggarkan senilai Rp 286 juta nilai tersebut sangat tidak logis untuk pengecatan marka thermoplastic.

‎Dirinya menambahkan meski pun pekerjaan tersebut sudah selesai akan tetapi kami akan coba bersurat ke dinas terkait untuk melakukan audensi sehingga bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap atas pekerjaan tersebut dan saat ini sedang dilakukan pendalaman apakah ada urusan kerugian keuangan daerah atau tidak. Tutupnya.

‎Sementara kepala bidang bina marga Dinas PUPR Provinsi Banten Heru Iswanto ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan jembatan Sasak rembaga belum menjawab bahkan pesan singkat yang dikirim media belum dibalas. (Shd)

 

Editor:Geger