Deteksi Dini Air Keruh di Lebak, Polda Banten Ambil 7 Sampel untuk Pemeriksaan Lanjutan

BANTEN, TNI POLRI165 Dilihat

www.jejak86.com / Serang – Unit KBRN Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten melaksanakan deteksi dini dan pengambilan sampel air keruh yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembangkit listrik di 3 lokasi, yakni PT Citra Hydro Energi wilayah Kecamatan Cibeber, PLTM Desa Pasir Gombong Kecamatan Bayah, serta Desa Suwakan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Selasa (15/09).

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa dari hasil deteksi menggunakan X-Am 7000, pada ketiga lokasi tidak terdeteksi adanya konsentrasi gas yang mencapai atau melebihi ambang batas alarm atau sensor yang digunakan.

“Sementara pemeriksaan menggunakan Chempro X juga tidak menunjukkan adanya kenaikan bar, selain pemeriksaan gas, personel melakukan pemeriksaan terhadap sampel air menggunakan kertas lakmus. Hasil pemeriksaan pada ketiga lokasi menunjukkan pH 5,” ujarnya.

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kualitas udara di lokasi pengambilan sampel dinyatakan aman.

“Sementara untuk kualitas air, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang belum memenuhi persyaratan sebagai air bersih, sehingga air tersebut tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan kulit maupun untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Maruli menerangkan bahwa sebanyak 7 sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa untuk dilakukan identifikasi di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Banten.

“Sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa ke Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Banten untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut,” terangnya.

Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi pemanfaatan air dari aliran sungai di sekitar lokasi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi pengambilan sampel untuk mengurangi pemanfaatan air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak agar dilakukan pengecekan ulang yang lebih akurat terkait pH air sungai,” tutupnya. (Bidhumas).

 

Editor:Geger