Gangguan Listrik Diduga Sebabkan Alat Rontgen RSUD Malingping Rusak, Pelayanan Terhadap Pasien Jadi Terdampak

BANTEN119 Dilihat

www.jejak86.com / BANTEN – Gangguan pasokan listrik yang terjadi saat proses penormalan Gardu Induk (GI) Malingping diduga menjadi penyebab rusaknya sejumlah peralatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping, termasuk alat rontgen yang sempat menghambat pelayanan terhadap pasien. Senin (03/08/2026).

Hal tersebut disampaikan oleh Taufik yang mengaku sebagai Humas RSUD Malingping saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat listrik padam disertai tegangan arus yang naik turun.

Kerusakan alat diduga disebabkan adanya gangguan listrik saat proses penormalan GI Malingping. Ketika listrik padam dan tegangan naik turun, sejumlah peralatan medis terdampak, termasuk alat rontgen, ujar Taufik.

Keterangan tersebut disampaikan saat awak media melakukan konfirmasi terkait pelayanan terhadap seorang pasien anak yang memerlukan pemeriksaan rontgen. Namun, pemeriksaan tidak dapat dilakukan karena alat rontgen dalam kondisi rusak.

Menurut Taufik, pihak rumah sakit sebelumnya telah menerima surat pemberitahuan dari PT. YANTEK selaku mitra kerja PLN wilayah Malingping mengenai kegiatan penormalan jaringan listrik.

Surat pemberitahuan memang sudah disampaikan kepada pihak rumah sakit oleh PT. YANTEK sebagai mitra kerja PLN wilayah Malingping, katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan medis di RSUD Malingping memiliki nilai investasi yang sangat tinggi, bahkan mencapai miliaran rupiah, sehingga sangat rentan terhadap gangguan kelistrikan apabila tidak didukung sistem pengamanan yang memadai.

Selain itu, Taufik menyampaikan bahwa proses perbaikan alat tidak dapat dilakukan secara cepat karena membutuhkan teknisi khusus yang harus didatangkan dari luar daerah.

Di sisi lain, keluarga pasien berharap RSUD Malingping dapat lebih sigap dalam menyiapkan solusi dan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan terhadap fasilitas atau peralatan medis. Menurut mereka, rumah sakit semestinya memiliki mekanisme penanganan yang mampu meminimalkan dampak terhadap pelayanan pasien.

Kami sebagai pasien sudah menunggu dan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan RSUD Malingping. Kami harus mengurus rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, dan proses itu bukan hal yang mudah. Apalagi pasien sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan pengobatan. Kami berharap rumah sakit dapat menyiapkan solusi serta langkah antisipasi agar pasien tidak menjadi pihak yang dirugikan ketika terjadi kondisi seperti ini, ujar pihak keluarga pasien.

Masyarakat juga berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Malingping untuk memperkuat sistem mitigasi gangguan pelayanan, termasuk penyediaan prosedur penanganan darurat, percepatan perbaikan alat medis, atau alternatif pelayanan melalui sistem rujukan sehingga hak pasien untuk memperoleh layanan kesehatan tetap terpenuhi.

Sementara itu, masyarakat mendesak PT. YANTEK bersama pihak terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar pelayanan kesehatan di RSUD Malingping kembali normal. Warga menilai kerusakan alat medis, khususnya alat rontgen, sangat berdampak terhadap pelayanan pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PLN maupun PT. YANTEK terkait dugaan gangguan listrik yang disebut menjadi penyebab kerusakan alat medis tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.

(Lp / Ijonk)

Editor : Y.b.