KEPAL Gelar Konferensi Besar II di Malingping, Ucu Rifa’i Dipercaya Pimpin Periode Berikutnya

BANTEN24 Dilihat

www.jejak86.com / LEBAK, 20 September 2026 — Kelompok Pemuda Aksi Lingkungan (KEPAL) resmi melaksanakan Konferensi Besar (KONBES) II Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu, 20 September 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KEPAL untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen kepemudaan terhadap persoalan lingkungan. KONBES II mengusung tema: “Menguatkan Peran Pemuda Dalam Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Dampak Kerusakan Ekologis.”

Tema tersebut menjadi pijakan bagi KEPAL untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam memahami berbagai persoalan ekologis, sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi, kegiatan sosial, kampanye lingkungan, serta aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam forum ini, KEPAL secara resmi menetapkan dan mengesahkan struktur kepengurusan baru. Ucu Rifa’i dipercaya menjabat sebagai Koordinator KEPAL, sedangkan Supriadi alias Fadil dipercaya sebagai Asisten Koordinator. Keduanya akan memimpin seluruh personel KEPAL dalam menyusun dan melaksanakan berbagai program lingkungan serta pemberdayaan pemuda ke depan.

KONBES II turut dihadiri oleh Majelis Pembina, yaitu Rosyid Wijaya, S.I.Kom., dan Hendrik Arrizqy, S.Kom. Kehadiran para pembina diharapkan dapat memberikan arahan, pendampingan, serta dukungan bagi pengembangan organisasi dan pelaksanaan program KEPAL.

Forum ini juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan KEPAL ke depan. Berbagai gagasan terkait persoalan lingkungan, kepedulian masyarakat, dan keterlibatan generasi muda turut dibahas secara mendalam.

Koordinator KEPAL yang baru, Ucu Rifa’i, menyampaikan harapannya agar organisasi ini tidak sekadar menjadi wadah berkumpul pemuda, melainkan menghasilkan kerja nyata yang bermanfaat.

“KEPAL diharapkan menjadi wadah bagi pemuda untuk tidak hanya berkumpul, tetapi juga bergerak dan mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ucu Rifa’i.

Ke depannya, KEPAL diarahkan untuk membangun kepedulian lingkungan di Kabupaten Lebak secara khusus dan Provinsi Banten secara umum. Langkah ini akan dilakukan melalui kolaborasi terbuka bersama masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, serta berbagai pihak yang peduli terhadap isu lingkungan.

Dengan terlaksananya KONBES II, KEPAL kini memasuki tahap penguatan kelembagaan sekaligus membuka ruang pelaksanaan berbagai agenda sosial dan lingkungan. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal gerakan pemuda yang lebih terarah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pada akhirnya, KONBES II KEPAL Tahun 2026 bukan sekadar forum organisasi, melainkan penguatan komitmen bersama bahwa pemuda memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga lingkungan dan merespons dampak kerusakan ekologis melalui aksi yang nyata, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Editor : JK.