Ketua BPPKB Lebak Ujang Krisna, Kecam RSUD Malingping: Pasien Muntah Darah Disuruh Pulang!

BANTEN372 Dilihat

www.jejak86.com / LEBAK – Pelayanan kesehatan di RSUD Malingping kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kritik keras datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPC BPPKB) Banten Kabupaten Lebak, Ujang Krisna. Pria yang akrab disapa Belong ini mengecam keras penanganan medis pihak rumah sakit terhadap seorang pasien darurat bernama Aldi Renaldi, warga Kampung Sinarpul, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aldi Renaldi dilarikan ke RSUD Malingping dalam kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan karena mengalami gejala muntah darah. Namun, sesampainya di rumah sakit, penanganan yang diterima dinilai sangat minim dan jauh dari standar kedaruratan.

Pihak keluarga mengeluhkan bahwa pasien hanya diperiksa seadanya tanpa ada tindakan medis lanjutan yang maksimal untuk menghentikan atau mencari penyebab pendarahan tersebut. Ironisnya, dalam kondisi lemas, Aldi justru diminta pulang oleh pihak rumah sakit dan diarahkan untuk pergi ke puskesmas keesokan harinya hanya untuk melakukan cek dahak.

Mendengar laporan tersebut, Ujang Krisna mengaku sangat terpukul sekaligus geram dengan sikap acuh tak acuh oknum pelayanan di RSUD Malingping. Ia menilai tindakan memulangkan pasien muntah darah tanpa perawatan intensif adalah bentuk pengabaian nyata terhadap keselamatan nyawa manusia.

“Ini sangat miris dan tidak masuk akal! Pasien datang dalam kondisi bertaruh nyawa karena keluhkan muntah darah, tetapi penanganan medisnya sangat minim. Bukannya dirawat intensif, malah disuruh pulang dan dialihkan ke puskesmas besoknya. Di mana hati nurani dan tanggung jawab profesi mereka sebagai pelayan kesehatan?” ujar Ujang Krisna dengan nada kecewa.

Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masyarakat, bukan justru mempersulit penanganan pasien yang sedang kritis. Ujang Krisna mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan pihak manajemen RSUD Malingping segera mengevaluasi total kinerja petugas medisnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Saya meminta pihak Dinas Kesehatan mengevaluasi kinerja rs malingping secara keseluruhan.”singkat nya, tegas.

lanjut,”Dan jika hal ini di abaikan atau pihak rs melakukan bantahan sebagai bentuk pembelaan, kami akan lakukan aksi unjukrasa menuntut pelayanan rs malingping agar lebih mengedepankan pelayanan terhadap maysarakat.”tutup.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih melakukan upaya konfirmasi terhadap pihak Rs Malingping.

Redaksi / Y.b