www.jejak86.Com |Lebak – Sejumlah elemen masyarakat dan aktivis mendesak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus kecelakaan lalu lintas berjenis tabrak lari yang terjadi di Jalan Raya Wanasalam – Binuangen, tepatnya di kampung Duraen desa Muara, kecamatan Wanasalam, Mereka menilai proses penanganan kasus ini harus garcep. meminta pihak berwenang segera mengungkap identitas pelaku serta mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Aksi desakan ini disampaikan Nurjaya Kusuma, ketua ormas Badak Baten Perjuangan DPAC Wanasalam, saat mengetahui diduga ada korban tabrak lari, Kamis (4/6/2026).
Nurjaya Kusuma, Selaku ketua ormas Badak Baten Perjuangan (BBP) DPAC Wanasalam medesak pihak kepolisian, kasus ini sangat merugikan korban dan keluarga. Korban bernama Yusuf Maulana, warga Tanjung panto desa muara, meninggal dunia di tempat kejadian setelah ditabrak kendaraan truk yang melaju kencang, lalu kabur begitu saja tanpa menolong atau melapor.

“Perbuatan tabrak lari ini sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Korban kehilangan nyawa, dan sampai hari ini pelaku masih bebas. Kami mendesak ke polisian segera bekerja lebih cepat, manfaatkan data rekaman kamera dapur MBG dan jejak yang ada. Jangan biarkan pelaku lolos begitu saja,” tegas Nurjaya Kusuma
Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.41 WIB saat korban sedang berjalan pulang dari sekolah. Kendaraan yang diduga jenis Mobil truk warna biru dalam kondisi muatan kosong, sesuai rekaman CCTV Dapur MBG melaju dari arah berlawanan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian mengaku masih mendalami bukti dan keterangan saksi, namun belum bisa memastikan identitas maupun keberadaan pelaku. Hal ini membuat keluarga korban dan aktivis semakin khawatir kasus ini berpotensi berhenti di tengah jalan.
Keluarga korban berharap keadilan benar-benar ditegakkan. “Kami tidak minta balas dendam, kami hanya ingin pelaku ditemukan dan diadili. Bagaimana kami bisa terima jika orang yang membunuh anggota keluarga kami jalan bebas begitu saja?” ujar keluarga korban, dengan nada bergetar.
Jurnalis: Tohirin/Red









