Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban

NTT., TNI POLRI556 Dilihat

www.jejak86.com / SIKKA, NTT — Kepolisian Resor (Polres) Sikka bergerak cepat melakukan penanganan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.13 WITA tersebut berdasarkan analisis BMKG memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M7,7 dengan kedalaman 5 kilometer dan berpotensi tsunami.

Sesaat setelah gempa terjadi, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., bersama personel Polres Sikka langsung turun ke sejumlah lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi masyarakat serta dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Dari hasil pemantauan awal di lapangan, salah satu lokasi yang mengalami dampak kerusakan cukup parah berada di Area Pelabuhan Lorens Sai, Maumere.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran kepolisian bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus melakukan penanganan di lokasi terdampak.

“Bapak Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menekankan kepada seluruh jajaran agar bergerak cepat, responsif dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap tahapan penanganan pascagempa. Personel di lapangan diminta segera melakukan pengecekan lokasi terdampak, membantu proses evakuasi, pencarian korban serta melakukan pendataan secara akurat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Menurutnya, kondisi pascagempa masih terus dipantau dan data mengenai korban maupun kerusakan masih dalam proses pendataan. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Data yang kami sampaikan merupakan hasil pemantauan dan laporan sementara dari lapangan. Proses evakuasi, pencarian dan pendataan korban masih terus dilakukan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BMKG maupun kepolisian,” lanjut Kabidhumas Polda NTT.

Polisi Fokus Evakuasi dan Pendataan Korban

Saat ini personel Polres Sikka bersama unsur terkait masih berada di lapangan untuk melakukan proses evakuasi, pencarian serta pendataan korban.

Langkah tersebut menjadi prioritas untuk memastikan setiap warga yang terdampak dapat segera memperoleh pertolongan dan penanganan yang dibutuhkan.

Polisi juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dilaporkan mengalami kerusakan guna mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang masih membutuhkan pertolongan.

Selain penanganan fisik di lapangan, jajaran Polres Sikka juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media daring dan media sosial.

Imbauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar di tengah situasi darurat.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Polda NTT mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya informasi lanjutan dari otoritas terkait, namun tidak perlu panik.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan menjadikan informasi dari BMKG, pemerintah daerah, kepolisian serta instansi resmi lainnya sebagai rujukan utama.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menambahkan bahwa kepolisian akan terus melakukan pemutakhiran informasi sesuai perkembangan hasil pengecekan dan pendataan di lapangan.

“Kami meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti arahan petugas dan gunakan kanal informasi resmi untuk mendapatkan perkembangan situasi,” tegasnya.

Polda NTT bersama Polres Sikka dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan koordinasi dalam penanganan pascagempa, khususnya untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian dan pendataan korban serta memastikan keamanan masyarakat di wilayah terdampak.

Hingga laporan ini disampaikan, proses evakuasi, pencarian dan pendataan korban masih berlangsung. Perkembangan mengenai jumlah korban maupun kerusakan akan disampaikan setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Editor : Y.b.