www.jejak86.com BANYUASIN — Praktik sindikat kejahatan migas di Kabupaten Banyuasin kian memperlihatkan taringnya tanpa hambatan berarti. Dugaan gudang penimbunan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar bersubsidi dan pertalite yang berlokasi di Jalan Swadaya, Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, terpantau bebas beroperasi tanpa tersentuh hukum hingga kurun waktu dua tahun lamanya.
Modus operandi yang dijalankan tergolong rapi namun licik; mengandalkan pola buka-tutup guna mengecoh pengamatan warga sekitar dan memecah konsentrasi aparat penegak hukum.
Berdasarkan investigasi dan keterangan narasumber di lapangan, dapur mafia migas ini dikomandoi langsung oleh seorang pengelola bernama Amin. Di balik dinding gudang tersebut, perputaran bisnis haram ini berjalan masif dan terang-terangan. Mobil-mobil tangki industri berkapasitas besar—mulai dari kombinasi warna biru-putih hingga merah-putih—terpantau keluar-masuk secara rutin untuk menyuplai atau mendistribusikan hasil kejahatan.
Lebih mencengangkan lagi, fasilitas di dalam gudang dirancang layaknya depo mini ilegal, lengkap dengan keberadaan bunker bawah tanah serta jajaran tedmon (tandon air) berkapasitas raksasa yang berfungsi ganda sebagai wadah penimbunan sekaligus tempat pengoplosan BBM subsidi agar menyerupai bahan bakar non-subsidi demi meraup marjin keuntungan selangit.
Pembiaran operasional ilegal selama dua tahun ini bukan sekadar perampokan terhadap hak-hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi energi negara. Lebih dari itu, aktivitas pengoplosan migas di tengah kawasan padat ini merupakan bentuk ancaman nyata—sebuah ‘bom waktu’ berdaya ledak tinggi yang mempertaruhkan keselamatan jiwa dan harta benda warga sekitar akibat nihilnya standar keselamatan industri (K3).
Ketidakmampuan atau mandulnya tindakan penegakan hukum di tingkat lokal kini menjadi sorotan tajam publik. Warga bersama elemen masyarakat mendesak Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan untuk mengambil alih komando, segera melakukan penggerebekan total, menangkap aktor intelektual bernama Amin, serta membongkar tuntas siapa pun oknum aparat atau jaringan backing yang selama ini diduga memberikan kekebalan hukum terhadap sindikat tersebut.







