Diserang Wereng Coklat, 30% Tanaman Padi di Persawahan Kecamatan Malingping Alami Penurunan Produksi

BANTEN82 Dilihat

www.jejak86.Com |Lebak Banten. – Sebanyak 30% tanaman padi yang berada di persawahan wilayah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami penurunan produksi.

Penurunan produksi tanaman padi tersebut lantaran diserang hama “ganjur” atau wereng coklat (Nilaparvata lugens), hama padi paling merugikan yang merusak dengan cara menghisap cairan batang padi.

Serangan parah hama ini menyebabkan tanaman layu dan mengering seperti terbakar (hopperburn), serta menularkan virus penyakit.

Berikut adalah panduan ringkas untuk mengenali dan mengendalikan serangan hama wereng coklat:

1. Ciri-ciri Tanaman Terserang

Fase Awal
Pertumbuhan padi terhambat, tanaman menjadi kerdil, dan daun menguning.

Fase Lanjut

Terdapat banyak serangga kecil di pangkal batang. Daun dan batang padi berubah warna menjadi coklat, mengering, lalu mati.

Dampak Lanjut

Padi tidak berisi (hampa) yang berujung pada puso atau gagal panen total.

2. Gejala “Padi Seperti Terbakar”
Kondisi ini disebut hopperburn. Ini terjadi ketika populasi wereng di pangkal batang sangat tinggi dan secara masif menghisap cairan tumbuhan, membuat seluruh rumpun padi mengering seketika dalam waktu singkat.

3. Cara Pengendalian dan Pencegahan

Penggunaan Insektisida

Aplikasikan insektisida yang tepat, menyasar langsung ke pangkal batang padi pada pagi hari. Anda dapat membandingkan rekomendasi produk pengendalian seperti insektisida dari Syngenta Indonesia atau Nufarm yang berfokus pada hama wereng.

Tanam Serentak

Atur jadwal tanam agar serempak untuk memutus siklus hidup hama yang sering berpindah dari padi yang sudah dipanen ke tanaman muda.

Pemupukan Berimbang

Hindari penggunaan pupuk nitrogen (seperti urea) secara berlebihan karena dapat memicu ledakan populasi wereng.

Koordinator Wilayah (Korwil) Pertanian Kecamatan Malingping, Nandar Nahrudin, mengatakan awal mula hama wereng menyerang tanaman padi.

“Penyakit tanaman padi saat ini yaitu hama ganjur atau wereng coklat, yang mana ganjur tersebut jika setelah panen akan melakukan migran. Namun penanganannya, alangkah baiknya mulai dari semai dilakukan pencegahan biasanya secara kimiawi, dan setelah panen lakukan pembakaran jerami agar virusnya mati tidak menyebar,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Kata Nandar, jumlah tanaman padi yang mengalami penurunan produksi di persawahan wilayah Kecamatan Malingping mencapai 30%.

“Untuk tanaman padi yang mengalami penurunan produksi saat ini yaitu 30 % dari 2.500 hektare jumlah luas keseluruhan tanah persawahan di Kecamatan Malingping,” tuturnya.

Nandar juga mengatakan jumlah Kelompok Tani (Poktan) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang berada di wilayah Kecamatan Malingping.

“Untuk diketahui, Poktan yang berada di Kecamatan Malingping sebanyak 85, dan Gapoktan sebanyak 14,” terangnya.

Selain itu, Nandar mengatakan agar para petani yang mengeluh terkait tanaman padi segera konsultasi ke kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP).

“Kami terbuka bagi para petani yang mengeluh terkait khususnya tamaman padi. Kami berharap para petani tidak segan-segan konsultasi ke kantor kami,” ungkapnya.

(Tohirin)
Red/Jk